Nur purnama menerangi jiwa ku yang kelam kekosongan,Membisikkan piluan rindu pada sang bintang malam,
Sinar mataku kian terhias di kala malam nan kedinginan,
Membekukan jiwa kecil yang masih berdarah chinta hitam.
Hatiku perit melaungkan nada rindu yang kian mati,
Rindu yang tak bisa pernah terungkai dari bibir dan kata,
Tahan dan terus menahan jiwa yang bercelaru sebalik kotak hati,
Runsing berfikir akankah takdir kan lagi mula menyebelahi dua chinta bukan dusta?
Aku, aku masih layu dan kusut untuk melangkah ke hadapan,
Untuk menantikan sinaran sang bintang baru yang takkan jelma,
Sang pungguk meracau jiwaku berhalusinasi lalu mematahkan harapan,
Ah, lalu hati mulai membenci jiwa berkerongsangkan harapan tak berirama.
Cemburu dan dengki dunia ku tak lagi ambil pusing,
Kerna kental jiwaku yang matang sudah mengetuk pintu kesedaran,
Merangkap insan yang redha dengan ujian cabaran itu satu yang penting,
Demi mengenal hati yang satu itulah harus ku terus terokai tanpa sandaran.
Credit to LOVE me HATE me.